| 1 comments ]

Ternyata ada hasilnya juga apa yang di usahakan, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Ad-Interim, M Nuh mengenai pembatalan kedatangan aris asal Jepang tersebut, pembatalan itu disampaikan M Nuh saat memanggil produser dan sutradara film Menculik Miyabi di kantornya di Jakarta, Selasa (13/10).
Sebelumnya M Nuh yang juga Menteri Komunikasi dan Informatika itu meminta Odi Mulya Hidayat dari Maxima Pictures, selaku produser film layar lebar tersebut untuk menerima pembatalan kehadiran bintang film porno yang mengundang kontroversial di masyarakat itu.

Dalam pertemuan itu, Maxima Pictures sudah memastikan untuk membatalkan kehadiran Maria Ozawa yang lebih dikenal di Tanah Air dengan julukan Miyabi (yang semula dijadwalkan tanggal 14 Oktober 2009, demi menghindari kontroversial yang berkembang di masyarakat, sehingga tidak akan menambah persoalan.

Menurut Odi, pihaknya terpaksa membatalkan kehadiran Maria Ozawa dan menunda penggarapan film Menculik Miyabi karena derasnya protes terhadap film itu, sehingga pihaknya tidak akan memaksakan kedatangan Maria Ozawa.

Keinginan Maxima Pictures itu disambut baik oleh M Nuh, karena bangsa ini memang tidak ingin disibukkan dengan persoalan-persoalan yang sesungguhnya bisa diselesaikan dengan jalan baik-baik.


Dampaknya banyak orang yang semula tidak tahu Maria Ozawa jadi tahu siapa Maria Ozawa yang lebih dikenal "Miyabi" (artis film panas asal negeri Sakura tersebut), baik itu melalui media televisi, media massa, ataupun tak jarang yang mencari informasi melalui dunia maya (Ieternet), dan tentunya banyak sekali efek negatif yang timbul dari informasi tersebut, yang akan menciptakan efek negatif dari sekian orang yang baru mengetahui Maria Ozawa melalui berbagai media itu. Tak khayal banyak juga orang yang penasaran malah akan mencari film-film yang berhubungan dengan Miyabi itu.

Belum datang saja sudah menimbulkan kontroversi dan efek negatif, apalagi kalau nantinya Miyabi tetap di datangkan di Indonesia ya...! Semoga ada solusi terbaik yang nantinya tidak merugikan serta menambah rentetan citra buruk masyarakat Indonesia. Semoga saja..