| 2 comments ]

Tak ada salahnya melihat hal yang telah terjadi pada diri kita sendiri atau orang lain, banyak faktor yang bisa menyebabkan diri pribadi lebih bijak dalam mengambil sikap dalam kehidupan keseharian. Kurang patut secara logika, bila saya terkadang menganggap remeh suatu hal di sekitar saya, menganggap hal itu tidak sulit untuk dilakukan, namun setelah saya terjuni ternyara banyak kendala juga yang tidak bisa saya tangani, yang pada awalnya saya anggap hal itu adalah "remeh".

Huh...betapa tidak, tak ada batu karang yang disebut tangguh bila tak kuat menahan hantaman ombak. Namun sepanjang perjalanan hidup saya saya masih jauh untuk menjadi karang yang tangguh itu ( saya tangguhkan dulu apa ya... atau emang tidak bisa mencapainya? ). Tak ada alasan yang relevan dalam hal itu, namun yang selalu saya angankan dan inginkan adalah saya ingin belajar dari siapapun, apapun dan di manapun untuk berkembang meskipun saya tak disebut " batu karang yang tangguh" nantinya, tak apalah yang penting saya tetap belajar.
Bagaimana dengan anda?


2 comments

o-pio said... @ June 07, 2009

iya tetap semangat...

Ence Abdurohim said... @ July 11, 2009

Kesempurnaan hanya Milik Allah, kekurangan, ketidakmampuan, kelemahan dan sejenisnya adalah penahan kita dari kesombongan, dan jalan untuk mencoba membuka ruang jiwa dengan sesama, mungkin disini Allah menyuruh kita hidup bersosialisasi, memperkuat tali silaturahim semata untuk saling mengisi, saling memberi dan saling membantu atar kita, Kesempurnaan kita ada pada orang lain, semakin banyak menyambung tali silaturahim, akan semakin sempurnalah kita dan akan semakin memahami hidup yang sebenarnya.
Membuka diri, hati, jiwa dan pemahaman adalah awal dari kesempurnaan.

Post a Comment